Mutiasaara Hadits

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2009

Masalah Takdir


Ada beberapa hal yang perlu di dicermati di sini. Terutama tentang Makna takdir, sikap seorang hamba terhadap takdir itu dan bagaimana melakukan upaya menghadapi takdir itu sendiri. Takdir berarti suatu hal yang telah ditetapkan oleh Alloh semenjak jaman azali atau zaman sebelum diciptakan sesuatu di "Lauhul Mah fudz " yang berkenaan dengan nasib dan perjalanan hidup seseorang. Dalam kaitannya dengan takdir mutlak adalah seperti jodoh , mati dan rezki seseorang yang telah ditentukan Allah Yang Maha Kuasa.
Ada beberapa pendapat tentang bagaimana seorang manusia menyikapi takdir tersebut yang sesuai dengan aturan agama. Dalam hal ini ada tiga pendapat ulama. Pertama, mereka yang mengatakan bahwa takdir adalah keputusan Allah dimana baik dan buruk nasib sesorang ditentukan sepenuhnya oleh Allah tanpa manusia bisa berupaya dan mengganti keadaan tersebut. Di sini manusia dituntut untuk pasrah terhadap ketentuan yang telah diberikan, golongan ini disebut golongan Jabariah. Kedua, mereka yang mengatakan bahwa nasib dan takdir seseorang ditentukan oleh seberapa besar usaha orang tersebut tanpa ada intervensi dan keikutsertaan Allah terhadap perjalanan hidup seorang hamba, dan lebih lanjut menyatakan bahwa di situ terhampar lahan luas dimana manusia bebas dan berkuasa penuh terhadap nasib yang akan dilalui nanti. Golongan ini disebut Qodariah. Dan golongan terakhir adalah mereka yang mengatakan bahwa Allah telah menetapkan nasib dan takdir seseorang namun manusia tetap dituntut untuk berupaya semaksimal mungkin untuk merubah keadaan dan kondisiya, dan perubahan itu bisa di upayakan atas kuasa Ilahi dan ridlo darinya meski nasib dan suratan takdir telah tertulis. Golongan ini adalah ulama dari Ahli Sunnah waljamaah . Dari sini kita bisa mengambil konklusi bahwa manusia tetap dituntut untuk berupaya seoptimal mungkin untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia maupaun di akhirat dengan seimbang tanpa melupakan sisi pasrah dan tawakal manusia terhadap Penciptanya. Pasrah bukan berarti siakap fatalis yang hanya menunggu perubahan dari Allah atau bertinak sesuatu yang irasional ...... seperti tidak mempunyai senjata tetapi melawan musuh, meninggalkan mobil tanpa menguncinya karena yakin dengan takdir Allah apakah mobil itu hilang atu tidak. Dan rezeki maupun karier pun tidak akan berkembang jika kita hanya berpangku tangan. Berarti disitu ada sisi upaya manusia dan intervensi Tuhan untuk menetapkan sesuatu terjadi atau tidak, semua sangat tergantung dari optimalisasi usaha manusia dan keridloan Ilahi. Dalam Qur'an Allah berfirman "Sesungguhnya Alloh tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ( QS 13;11 ) dan Allah mengisyaratkan manusia untuk terus bekerja dan berbuat untuk tujuan jauh ke masa mendatang yaitu bertindak untuk tujuan akherat tanpa melupakan sisi manusiawi seorang hamba untuk bekerja dan beraktifitas demi kehidupan nya di dunia dalam hal ini Allah berfirman "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kamu kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu............(QS 28;77 ). Lebih lanjut dalam suatu kesempatan sahabat Umar r.a pernah mengisyaratkan " Berbuatlah dan bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah dan beribadahlah untuk akheratmu seakan-akan kamu akan mati esok hari ". Demikianlah suatu takdir akan berubah sesuai dengan usaha dan upaya manusia meski Allah telah mentapkan suatu ketetapan dari awal namun isyarat Ilahi menuntut suatu usaha optimal agar nasib dan keadaan yang lebih baik atau yang kita inginkan tercapai. Setelah usaha yang maksimal disertai dengan doa dan sikap pasrah pada Allah kita serahkan nasib dan takdir ........... inilah yang dinamakan sikap pasrah dan tawakal pada apapun yang kita inginkan . Wallahu a'lam bissowab Wassalam,

Jumat, 28 Agustus 2009

Nikmatnya Buka Bersama

Memasuki hari ke 5 di bulan suci Ramadhan 1430 H, telah banyak agenda yang kita kerjakan. Sekali lagi mari berdoa, semoga Alloh terima amalan kita dan mencurahkan rahmatNya. Amin. Alhamdulillah, kemarin sore Pak Guru dan anak-anak (pademi Cs) telah merasakan buka bersama. Mulanya kami ingin berbuka di Bebek Goreng Pak Slamet (iet bukan ngiklan lho), melihat waktu yang sangat sempit (cs anak2 lama banget dandane) jelang maghrib akhirnya kami buka bersama di sea food warung Tenda dekat Masjid Al Huda. Memang benar apa yang disampaikan oleh orang-orang, bahwa buka puasa bersama itu jauh lebih sedap (tapi kok pada ga nafsu makan ya..?) disamping yang utama mendatangkan berkah Alloh lantaran tali ukhuwah yang kian kuat.

Menu yang sederhana tidak mengurangi keni'matan berbuka. Adzan maghrib menjadi awal kami mencicipi segala menu yang ada.... (Eeittt menunya hanya sedikit lho) Ice lemon tea manis menjadi pembatal puasa hari kelima. Pecel Lele, Kerang Goreng, dan sambal, kami ni'mati bersama.
Dibalik Riuh rendah suara kendaraan yang mengiringi buka puasa bersama kami, (karena memang di pinggir jalan raya) ada 1 anak (Vietry) yang kebingungan , usut punya usut ternyata dia ga bisa makan pake tangan alias harus pake Sendok.
Padahal Nabi SAW mengajarkan pada
kita makan dengan tangan (tidak menggunakan sendok) dan bila selesai makan hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung disela-sela jari, yaitu 10 kali lipat dari yang terdapat dalam air liur (Enzyme sejenis alat pencerna makanan). keliatannya menjijikan yah? kalo dirumah sih gpp tapi kalo lg di acara gitu kan malu n bwt orang lain jijik ngeliat kita jilatin jari2 tangan. tapi ini sunah Rasul lho n kita wajib mengamalkannya Gimana?
Sesekali terdengar percapakan kecil mewarnai acara makan (tapi cinta ma Nicholas kok diem aja ya…), lain dengan Pademi kelihatanya lapaer banget cos dia juara pertama selesai makanya, untung aja kerangka kerang ma piringnya ga; di makan ha2x (Sedeppppppppppppppppp dan ni'mat deh....)

Semoga alloh limpahkan pahala pada Qt & pemilik warung yang telah melayani kepada kami makanan sebagai pembatal puasa hari kelima. Nanti Sore buka puasa dimana yahh? he..he...he....

Senin, 17 Agustus 2009

Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab?

”Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan rnkepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwannnya. ” (Asy Syams: 7-8 )

Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau rnjalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati rnkebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di antara rnsifat-sifat orang yang terhindar dari kerugian.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al ‘Ashr, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi rnWasallam menjelaskan bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling rnmenasihati.

Beliau bersabda:
”Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin lainnya ” rn(Diriwayatkan oleh Thabrani dalam ”Al Autsah” dan dishahihkan oleh Al Albani rndalam Shah Jami’ush Shaghir, hadits no. 6531)

Dengan kata lain, seorang mukmin bisa menyaksikan dan mengetahui rnkekurangannya dari mukmin yang lain. Sehingga ia laksana cermin bagi dirinya. rnTetapi cermin ini tidak memantulkan gambar secara fisik melainkan memantulkan rngambar secara akhlak dan perilaku. Islam juga –sebagaimana dalam banyak rnhadits—menganjurkan dan mengajak pemeluknya agar sebagian mereka mencintai rnsebagian yang lain. Di antara pilar utama dari kecintaan ini, hendaknya engkau rnberharap agar saudaramu masukSurga dan dijauhkan dari Neraka. Tak sebatas rnberharap, namun engkau harus berupaya keras dan maksimal urituk menyediakan rnberbagai sarana yang menjauhkan saudaramu dari hal-hal yang membahayakan dan rnmerugikannya, di dunia maupun di akhirat.

Hal-hal di atas itulah yang melatar belakangi buku sederhana ini kami rnhadirkan. Selain itu, kecintaan dan rasa kasih sayang kami kepada segenap remaja rnputeri di seluruh dunia Islam. Tentu,juga keinginan kami untuk menjauhkan mereka rndari bahaya dan kerugian di dunia maupun di akhirat.

Lebih khusus, buku ini kami hadirkan untuk segolongan kaum muslimah yang rnbelum mentaati perintah berhijab (’Hijab: Maksudnya, busana wanita muslimah yang rnmenutupi seluruh bagian tubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, hijab tersebut rnmempunyai syarat-syarat tertentu. (lihat him.66 )

seperti yang diperintahkan syariat. Baik karena belum mengetahui bahwa hijab rnadalah wajib, karena tidak mampu melawan tipu daya dan pesona dunia, karena rntakluk di hadapan nafsu yang senantiasa memerintahkan keburukan atau tunduk oleh rnbisikan setan, karena pengaruh teman yang tidak suka kepada kebaikan bagi sesama rnjenisnya atau karena alasan-alasan lain.

Kami memohon kepada Allah semoga uraian dalam buku sederhana ini menjadi rnpembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yang tertidur, sehingga bisa rnmengembalikan segenap akhawat yang belum mentaati perintah ber-hijab, kepada rnfitrah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu Wata’ala.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Tetap Cantik Dengan Berjilbab

Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya -mata, hidung dan bibir- proporsional, sedap dipandang mata. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawatt baik, rambut hitam bercahaya, bentuk tubuh langsing dan gaya berbusana yang up to date.
Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi.

Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada sebagian saudari kita. Misalnya saja, suatu ketika kita diberikan nikmat oleh Allah berupa harta yang sangat berharga. Tentunya kita hati-hati menjaga harta itu, melindunginya dari jamahan orang lain, tidak menghamburkan pada setiap orang, dan hanya mempergunakan di saat yang memang benar-benar tepat. Lalu, bagaimana jika kenikmatan itu berupa kenikmatan fisik, khususnya kecantikan seorang wanita?

Mengobral kecantikan fisik pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan keroyokan banyak orang. Dengan begitu, status berharga pun jadi barang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya, beginikah yang diinginkan para wanita?

Hijab, Cantik Dimata Allah

Semua itu tidak akan terjadi jika muslimah menuruti syariat Allah, mengenakan hijab. Berdasarkan perintah Allah, yang artinya:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, ‘Yang demikian itu supaya mereka mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu…”(Al-Ahzab : 59)

Di zaman Rasulullah para sahabiyah begitu mendengar ayat ini turun, langsung merobek selendang tebal mereka untuk dibuat menjadi kerudung.

Ummu Salamah bercerita ketika ayat ini turun, maka wanita Anshar keluar dari rumah mereka dengan memakai kerudung, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung gagak.

Kecantikan fisik memang merupakan nikmat dari Allah. Nikmat akan bertambah jika pandai-pandai bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, nikmat bias berubah menjadi siksaan jika yang diberi nikmat tidak bias mensyukurinya.

Ucapan “Alhamdulillah, wajah saya cantik,” saja, tidaklah cukup. Syukur yang benar adalah menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allah. Mensyukuri kecantikan fisik adalah dengan memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah.

Berjilbab Menjadikan Anda Cantik

Berhijab itu cantik di mata Allah, walaupun di mata manusia pengumbar pandangan dianggap tidak kelihatan cantik. “Dengan berjilbab, saya jadi tetap cantik, kan?” begitulah kiranya komentar yang tepat.

Tapi komentar ini pun bisa jadi salah besar. Lho? “Dengan berjilbab, kulit saya kan jadi tertutupi, tidak kepanasan, sehingga tidak menjadi coklat dan kusam. Nah saya kan jadi tambah cantik.” Wah, jika dimaknai seperti itu, amalan berjilbab pun jadi sia-sia.

Memang, ada muslimah yang berhijab dengan niat yang tidak benar. Salah satunya seperti diatas tadi, berhijab untuk menjaga kecantikan kulit. Ada yang berhijab dengan niat menutupi cacat di tubuhnya. Ada pula yang berhijab agar terkesan sebagai wanita shalihah di mata masyarakat.

Niat beramal shalih seharusnya dikembalikan ke jalan yang benar. Ingatlah, sabda Nabi, yang artinya:

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijarahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, ia pun akan mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mungkin saja muslimah yang berniat tidak benar ini akan mendapatkan apa yang ia cari. Mungkin kulitnya memang akan tetap kuning, aib itu tertutupi dan nama baik bakal diperoleh. Tapi tentu saja tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Yaitu Ridha Allah.

Saya Berjilbab Tapi Tetap Cantik, kan?

Komentar di atas bisa jadi muncul dari seorang muslimah jilbaber. Sekali lagi, komentar di atas perlu di kritisi. Jika wajahnya memang sudah dari dulu cantik, tidak masalah komentar seperti itu. Tapi jika ‘tetap cantik’ ia artikan sebagai tetap bisa tampil cantik di luar rumah dengan pakaian ketat walaupun panjang, bibir berlipstik walaupun berjilbab, maka sama tidak bolehnya dengan yang di atas tadi.

Muslimah yang seperti ini juga menjamur. Jilbab dalam pengertian mereka adalah ‘yang penting pakai kerudung’. Tidak perduli dengan criteria lainnya. Jadilah mereka jilbaber gaul yang kerudungnya mini, pakaiannya ketat, kakinya pun pake celana panjang sempit.

Walaupun niatnya sudah benar karena Allah, namun jilbab yang ia kenakan seperti itu, tetap saja belum sempurna.

Amal ibadah akan sempurna jika ada dua syarat, yaitu niatnya benar karena Allah, dan yang kedua sesuai dengan syariat.

Berikut ini ketentuan hijab yang syar’i:

* Jilbab itu longgar, sehingga tidak memvisualisasikan lekuk-lekuk tubuh
* Tebal, sehingga tidak kelihatan sedikitpun bagian tubuhnya, warna kulitnya misalnya.
* Tidak memakai wangi-wangian
* Tidak meniru model pakaian wanita kafir.
* Tidak memilih warna kain yang mencolok, sehingga menjadi pusat perhatian orang.
* Menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Semua muslimah -yang cantik sejak lahir ataupun tidak- harus mempercantik dirinya sesuai dengan syariat. Jika sudah mengamalkan, jadikanlah kenikmatan yang Allah berikan itu selalu dijaga, tidak diobral layaknya barang murahan. Wallahu a’lam

Sumber : Majalah El-Fata Edisi 7/II/2002 hal. 12-13

Hadirkan Nuansa Ramadhan Itu Kembali


Tak terasa waktu terus berlalu. Hari-hari terlalui, dan bulan Ramadhan itu sebentar lagi akan datang kembali. Sepertinya baru saja kemarin Ramadhan tahun lalu kita tinggalkan, bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Dimana di bulan Ramadhan tahun yang lalu itu, kita begitu dekat dengan Allah SWT. Kita lalui hari-harinya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya dengan shalat berjamaah di masjid, qiyamullail, tilawah Al Qur�an, shadaqah dan macam-macam ibadah lainnya. Terlebih lagi di sepuluh hari terakhirnya, tak ketinggalan kita coba untuk ber-itikaf di masjid, untuk lebih mendekatkan lagi diri kita yang hina ini kepangkuan Ilahi Rabbi. Memanjatkan doa memohon ampun atas semua dosa yang pernah terlakukan.

Selepas Ramadhan itu pergi, memasuki bulan syawwal kita masih bisa menghadirkan nuansa Ramadhan pada diri kita. Masih bisa kita melaksanakan ibadah shaum sunnah syawwal dan senin kemis. Masih bisa kita pertahankan untuk menghiasi malam-malamnya dengan Qiyamullail. Tilawah Qur’an masih bisa satu juz dalam sehari dan nilai-nilai plus ibadah yang lainnya. Subhanallah...

Perlahan nuansa Ramadhan itu hilang dari diri kita, shaum sunnah senin kamis kita lupakan, qiyamullail jarang lagi kita kerjakan, tilawah Al Qur’an kadang terlewatkan. Perlahan teriring semakin jauhnya kita dengan Allah SWT ditandai dari berkurangnya kualitas ibadah kita, dosa-dosa pun banyak yang kita perbuat. Astaghfirullah...

Kualitas ibadah kita mencerminkan nilai keimanan yang ada pada diri kita. Ketika kualitas ibadah kita itu menurun berarti menurun pula nilai keimanan kita. Karena memang keimanan kita kadang naik dan kadang menurun. Imam Al Ghazali menjelaskan, keimanan kita naik dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan sebaliknya keimanan kita menurun dengan melakukan kemaksitan kepada-Nya.

Tak menyadari begitu banyak dosa itu datang dari pandangan mata kita, datang dari ucapan lisan kita, datang dari pendengaran telinga kita, datang dari segenap panca indra kita. Sungguh semua itu tak terasa kita lakukan. Karena memang begitu halus cara syaitan menggelincirkan kita dari jalan yang di ridhai oleh Allah SWT. Sekalipun kita adalah orang yang senantiasa rajin beribadah, apatah lagi mereka yang memang jauh dari ajaran agama ini.

Dari berbagai arah syaitan mencoba membujuk rayu supaya kita menjadi manusia-manusia pendosa. Dari arah depan kita ia datang menggoda, dari arah belakang kita ia datang menggoda, juga dari arah kanan dan kiri kita ia datang menggoda. Supaya kita manusia jauh dari ketaatan. Seperti janji syaitan/iblis kepada Allah SWT yang diabadikan di dalam Al Qur’an:

Iblis menjawab: ”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Qs. Al Araaf:16-17)

Menyadari diri yang penuh dosa, kedatangan bulan Ramadhan sungguh sangat kita rindukan, bulan yang mulia dan bulan yang penuh dengan keberkahan. Dimana Allah SWT dalam bulan Ramadhan ini menjanjikan menghapus dosa-dosa dan mengabulkan segala doa yang kita panjatkan. Dan semoga Allah SWT masih memberikan nikmat-Nya kepada kita sebuah anugerah terindah yaitu bisa merasakan kembali bulan Ramadhan tahun ini.

Tetapi banyak cerita di tahun-tahun yang lalu menjelang memasuki bulan Ramadhan bahkan mungkin juga di tahun ini, orang-orang terdekat kita, teman, sahabat, saudara bahkan juga orangtua kita telah mendahului kita menghadap Ilahi Rabbi. Pergi dan takkan pernah akan kembali lagi, selama-lamanya. Mereka tak sempat merasakan lagi Bulan Ramadhan, dan semua itu adalah takdir yang kita tidak bisa lagi untuk menawarnya. Semoga mereka yang telah mendahului kita di ampuni oleh Allah SWT akan dosa-dosanya... Amiin...

Tidak tahu dengan kita, apakah Allah SWT akan menakdirkan kita bersua kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, atau kita ditakdirkan menyusul orang-orang terdekat kita yang telah lebih dahulu menghadap Ilahi Rabbi sebelum Ramadhan dapat kita rasakan kembali, merasakan hari-harinya yang penuh dengan keberkahan. Oleh karenanya jangan tunggu bulan Ramadhan datang untuk kita bertaubat kepadanya. Mulailah dari sekarang, dari bulan ini untuk kita dekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang zalim karena kita enggan bertaubat. Firman Allah di dalam Al Qur�an menyatakan seperti itu: "...dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Qs. Al Hujurat:11)

Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Qiyamullail, tilawah Al Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Supaya ketika kita ditakdirkan oleh Allah SWT. dapat kembali merasakan bulan Ramadhan yang sebentar lagi menyapa, kita bisa lebih maksimal dalam mengisi hari-harinya dengan senantiasa beribadah kepada-Nya. Sungguh jangan lewatkan hari-harinya dengan kesia-siaan.

Berusahalah ketika kita berada dalam bulan Ramadhan untuk menggapai rahmat-Nya dengan fastabiqul khairat, menunjukkan kepada Allah SWT ibadah-ibadah terbaik kita. Yang dengan itu semua Allah SWT akan membanggakan kita kepada para malaikat-Nya.

”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do�a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini.” (HR. Thabrani)

Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Jika memang Allah akan memanggil kita sebelum Ramadhan itu menyapa, kita sudah berada dalam kedekatan pada-Nya. Berada dalam kondisi iman yang terbaik. Itu yang kita harapkan ketika memang Allah SWT telah tentukan akhir waktu umur kita hidup di dunia ini.

Dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah SWT untuk kita dapat bersua dan merasakan kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ditahun ini.

Allahumma Balighna Ya Ramadhan... Amiin...

Wallahu a’lam bishshawab
http://jamsyid.cybermq.com

Jumat, 15 Mei 2009

Alhamdulillah, Matahari bersinar Kembali

Subhanallah. Alangkah mengagumkannya hidup orang beriman. Rentetan kegiatan dalam siklus hidupnya selalu berputar dalam kisaran ketaatan, tunduk kepada Allah. Segala kebiasaan yang dilakukannya dinilai ibadah, dan tentunya akan mendapatkan balasan kebaikan di akhirat hanya karena niatnya melakukan hal tersebut karena Allah. Bahkan senyum yang diberikan bernilai ibadah, dihitung sebagai sedekah kepada saudaranya. Oh, alangkah damainya hidup orang beriman.

Alangkah mengagumkan. Baru membuka kesadarannya kembali dari istirahat tidurnya, sebelum melakukan kegiatan-kegiatan lain, lisan orang beriman langsung berdzikir memuji Allah yang telah memberikan kesempatan hidup kembali setelah sempat ‘mati’ sebentar. Orang beriman sadar betul bahwa tidur tiada bedanya dengan mati. Demikian juga, mati bukanlah sesuatu yang menakutkan karena tiada beda dengan tidur panjang. Kesadarannya ini ia dasarkan pada kenyataan bahwa berapa banyak orang yang dijemput maut justru pada saat tidur. Kesadaran inilah yang membimbing orang beriman langsung memuji Allah ketika dibangunkan kembali dari tidurnya. Maha suci Allah yang telah menghidupkan kembali setelah kami mati dan kepada-Nyalah kami kembali. Ucapan pertama lisannya ini bernilai ibadah di hadapan Allah.

Makan-minum yang bagi kebanyakan orang adalah sekedar cara untuk menghilangkan rasa haus dan lapar yang mengganjal, bagi orang beriman, itu adalah sarana untuk lebih meningkatkan kesyukuran atas karunia Ilahi. Sebelum makan dan minum, orang beriman menetapkan niat dengan nama Allah, kesadarannya menegaskan bahwa rezeki yang akan dinikmatinya berasal dari Allah. Setelah itu, ia mengakhiri dengan memuji Allah atas nikmat makanan dan minuman yang dinikmatinya.

Mencari nafkah yang bagi orang lain adalah sekedar cara untuk menopang keluarga, mengumpulkan harta sebagai bekal di atas dunia ini, bagi orang beriman, kerja adalah ibadah yang ia niatkan karena Allah, untuk mencari rezeki yang diridhoi-Nya. Sebelum melangkahkan kaki ke tempat kerja, niatnya sudah tertanam karena Allah, Bismillah mengakar dalam jiwanya yang terdalam. Ia berangkat mencari rezeki dengan cara-cara yang halal untuk nafkah keluarganya. Ini pun dinilai ibadah, sedekah kepada keluarga.

Alangkah mengagumkan! Alangakah mengagumkan! Apa pun gerak langkah dirinya dalam hidup ini ia sandarkan pada Allah. Melihat keindahan, ia mengagumi ciptaan Allah. Subhanallah mengalir dari lisannya memuji Allah atas kesempurnaan ciptaan-Nya. Ditimpa musibah ia bersabar sambil dirinya berserah diri dengan kesadaran hakiki bahwa siapa pun ia, semuanya akan kembali kepada Allah. Lisannya mengucap Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Ini juga terhitung tabungan untuk bekalnya. Mau memulai satu pekerjaan, Bismillah. Setelah selesai, Alhamdulillah. Kembali ia menyandarkan diri pada Allah. Bertemu orang, ia menampilkan wajah berseri, melemparkan senyuman sambil bibirnya mengucap doa keselamatan, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dan seterusnya, dan seterusnya yang kesemuanya tetap berputar pada kepasrahannya kepada Allah.

Sungguh mengagumkan!

Dan yang lebih mengagumkan lagi, Rasulullah SAW suatu kali pernah menyampaikan kekaguman beliau terhadap orang-orang beriman ini. Sungguh ajaib orang-orang beriman itu, begitu kira-kira sabda Rasulullah SAW. Apabila mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Syukurnya itu dinilai kebaikan di hadapan Allah. Apabila mendapat musibah, ia bersabar. Sabarnya itu bernilai kebaikan di hadapan Allah. Bahkan, Allah SWT menegaskan, Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (QS. Al Mukminun [23]:1).

Marilah kita tetapkan diri dalam golongan orang-orang beriman, orang-orang dikagumi oleh Rasulullah SAW dan semoga kita bisa memperoleh keberuntungan.

Billahittaufiq Wal Hidayah

Rabu, 22 April 2009

Jangan Biarkan Ia Layu Sebelum Berkembang


Begitu kerdilnya kita, ketika sebenarnya mampu membalas setiap keburukan orang lain dengan kebaikan, namun kita lebih memilih membalas dengan hal serupa atau bahkan lebih buruk dari mereka. Begitu malangnya kita, ketika merasa terhina dan bersedih hati, hanya karena ucapan kata-kata buruk yang seolah tertuju kepada kita, dan kita pun berbalik menghinakan dengan kata-kata yang tak kalah buruk lagi keji. Tidaklah sebatang pohon yang tinggi akan terbebas dari terpaan angin yang kencang. Tidaklah setiap helai rumput yang rendah akan jauh dari injakan kaki demi kaki. Dan tidaklah setiap manusia yang hidup di bumi ini akan terbebas dari ujian yang datang.

Saudaraku,

Sekalah setiap tetes air mata kesedihan yang membasahi pipi. Air mata kesedihan yang menetes hanya karena merasa terhina, kehilangan kehormatan, dan dilecehkan oleh orang lain. Tidaklah tabiat dunia akan jauh dari hal-hal itu. Dan tidaklah dunia akan memberikan kebahagiaan yang ideal seratus persen seperti yang terbayang dalam pikiran kita.
Bukankah dunia adalah ladang amal bagi orang yang mengaku beriman? Bukankah dunia adalah medan ujian dan perjuangan dari setiap hamba yang merindukan surga-Nya? Dan bukankah sejarah dunia telah memberikan gambaran kesudahan dari perilaku yang pernah dilakukan oleh para pendahulu perihal baik dan buruknya?

Saudaraku,

Hidup ini tidak akan lepas dari banyak ujian dan cobaan. Layaknya kenaikan tingkat dalam jenjang pendidikan di sekolah yang senantiasa harus melewati ujian, hidup pun tidak akan jauh berbeda dengan itu. Seorang yang mengaku beriman pasti akan berharap, bahwa setiap ujian hidup akan ia lewati dengan keberhasilan. Tentu, keberhasilan dalam pandangan Allah SWT. Boleh jadi kita dinilai berhasil di mata manusia, ketika mampu berbalik menghinakan orang yang menghinakan diri kita dengan cara-cara yang lebih buruk, namun sesungguhnya kita tidak berbeda dengan makhluk yang tidak diberikan akal dan keimanan oleh Allah Yang Maha Rahman, serta boleh jadi kita tanpa sadar sedang menjatuhkan derajat kita dalam pandangan-Nya.

Saudaraku,

Mungkin seringkali terlintas dipikiran, bahwa kita merupakan sosok yang mesti dihargai sepanjang hidup, tak butuh kritik dan hidup tenang dalam ukuran yang kita tetapkan sendiri. Tidaklah diri kita ini terlahir sempurna tanpa pernah berbuat salah. Tentu saja ada sisi-sisi yang senantiasa butuh perbaikan. Dan tentu saja ada permukaan-permukaan yang tandus di dalam diri yang mesti di isi dengan kebaikan dan sifat-sifat terpuji. Janganlah menambah kehinaan dengan berbalik menghinakan orang lain. Ketika merasa terhina, cobalah untuk belajar menahan diri dan kemudian mendo’akan orang yang telah menghinakan diri Anda. Karena boleh jadi apa yang mereka telah lakukan tidak terlepas dan berawal dari sebuah kebodohan dan kekhilafan.

Saudaraku,

Mari nikmati proses mekarnya setiap kembang kebaikan yang lebih berhak tumbuh di dalam diri kita. Mari senantiasa mengamati setiap proses tumbuh dan kembangnya waktu demi waktu. Jangan biarkan ulat-ulat sifat buruk menggerogoti dan menghentikan setiap gerakan mekarnya. Siramlah selalu dengan air istighfar dan perlindungan kepada Allah darinya. Pupuklah selalu dengan kalimat tasbih dan pujian terhadap-Nya. Kukuhkanlah dengan cara mengembalikan dan memulangkan segala urusan dan usaha sekecil apapun hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya, tiada daya upaya selain atas izin dan pertolongan dari-Nya.

Ya Robbiy…
Lapangkanlah bagi kami dada kami
dan mudahkanlah bagi kami urusan kami

Wallahu a’lam

Kalau lah Bukan Karena Seorang Guru..

Duhai guru..

Betapa kemauanmu yang kuat, kesungguhanmu berbuat, dan kerinduanmu akan keridhoan Allah SWT dan Sang Nabi SAW telah menafikan segala rasa sakit yang engkau rasakan. Semua penyakit seolah terobati dengan kecintaanmu yang begitu membara untuk terus dan seolah tiada henti menyampaikan kelembutan ajaran cinta Sang Nabi SAW kepada umat.

Bagaimana kasih-Nya Allah SWT kepadamu dan umat, hingga dalam keadaan susah secara fisik pun, engkau masih bisa terus berkhidmat kepada umat. Engkau hampir tidak memperdulikan dirimu sendiri demi sebuah cita agar terus membaiknya keadaan umat dari waktu ke waktu. Cita akan umat yang lebih mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Cita akan umat yang begitu merindukan Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai kerinduan dan teladan yang utama.

Duhai diri..

Sekarang lihatlah ke dalam dirimu..

Bagaimana bisa hatimu tidak bersedih dan merasa malu saat menyaksikan hal seperti itu? Di saat tubuhmu sehat dan kuat, kemanakah engkau pergunakan kesehatan tubuh yang telah diberikan oleh Allah SWT itu selama ini? Kemanakah waktu-waktu yang Allah SWT anugerahkan setiap hari kepadamu telah engkau manfaatkan? Adakah di hatimu kemauan yang kuat, kesungguhan berbuat untuk menjadi lebih baik telah menggerakkanmu dalam berjalan menuju taat?

Sadarilah duhai diri, kalaulah bukan karena seorang guru yang benar, maka engkau tak akan mengerti bagaimana cara untuk menyembah Tuhanmu. Kalaulah bukan karena guru yang benar, maka kemana engkau akan bertanya mencari jawaban dari setiap kebingunganmu? Kalaulah bukan karena seorang guru benar, maka engkau tak akan mengerti bagaimana indahnya ajaran Sang Nabi SAW sesungguhnya hadir di kehidupanmu.

* * *

Ya Robbana Ya Kariim..

Dengan segala kekurangan kami berharap kedermawanan- Mu..
Dengan segala keterbatasan kami meminta pertolongan dari-Mu..
Bantulah kami untuk menjawab setiap peluh beliau dengan kepatuhan..
Bantulah kami untuk menjawab setiap kasih sayang beliau dengan kesungguhan..
Bantulah kami untuk menjawab segala pengorbananan beliau dengan keikhlasan dan cinta..

Ya Robbana Ya Rohiim..

Panjangkan dan berkahilah umur beliau..

Berilah kami kesempatan untuk melihat beliau tersenyum bahagia..
Senyum yang menghias kedua bibirnya saat melihat membaiknya umat..
Senyum yang membuat hatinya merasa damai atas limpahan karunia-Mu..

Demi cinta beliau kepada Engkau..
Demi kerinduan beliau kepada Sang Nabi-Mu..
Dan demi Rasul-Mu terkasih..Sayyidina Muhammad..

Walhamdulillahi Robbil’aalamiin

* * *
http://zidaburika.wordpress.com

Pujilah Dia, Karena Nafasmu Adalah Anugerah-Nya…

Sahabat,

Biarkan angin terus berhembus
Biarkan air terus mengalir
Jangan kau cegah dan lawan hembusannya
Jangan kau tentang kemana mengalir arusnya

Kehidupan kan terus berjalan
Perjalanan akan tetap terasa panjang
Semua tak hanya berakhir di dunia
karena kelak banyak hal yang akan kita bawa

Bersabarlah dalam gerak yang cermat
Hiduplah dalam langkah penuh manfaat
Hari ini adalah anugerah dari-Nya
Hari kemarin adalah pelajaran dari-Nya

Kehidupan adalah hadiah-Nya
Setiap nafas adalah nikmat dari-Nya
Pujilah Dia atas segala pemberian-Nya
Sucikan nama-Nya yang menganugerahkan segala
Karena Dia-lah yang paling pantas atas pujian
Karena Dia-lah yang lebih layak untuk diagungkan

* * *

Cintanya makhluk kerap berubah kadarnya. Namun cinta-Nya terhadap makhluk tak pernah surut oleh waktu, tak lekang ditelan zaman, dan tak hilang karena bergantinya musim. Dia-lah sumber ketenangan dan kebahagiaan sejati, yang tak pernah meninggalkan dirimu sendiri, dan sungguh cinta-Nya tak akan pernah bertepi.

Subhanallah…Alhamdulillah…Laa ilaaha illallah…Allahu Akbar ! http://zidaburika.wordpress.com

Rekaman Video Anak SMK/SMA


Sejak munculnya kamera handphone/HP yang bisa merekam video berformat 3gp, akhir-akhir ini makin banyak aja adegan-adegan video 3gp yang dilakukan oleh para siswa anak SMA SMK atau bahkan anak SMP sekalipun. 3gp dari anak SMA/SMK dan SMP ini banyak banget tersebar di internet. Mulai adegan video yang “aneh-aneh” cewek SMA dengan cowok pacarnya, anak smp dengan sopir omprengan, rekaman kejadian lucu di sekolah, rekaman video waktu ulang tahun, sampai rekaman video 3gp lagi usil ngerjain kawan-kawannya di sekolah pun oleh remaja-remaja yang mulai dewasa ini diabadikan menjadi koleksi video 3gp di hape mereka.

3gp Anak SMA Bagi mereka para pelajar SMA, hape berkamera menjadi trend terbaru. Dan tidak jarang dari anak SMA tersebut menyalahgunakan kamera hape tersebut untuk beradegan “aneh-aneh” dan direkam sebagai salahsatu koleksi pribadi. Namun tanpa dia sadari terkadang video 3gp yang seharusnya hanya dikonsumsi pribadi oleh si pemilik 3gp tersebut, tiba-tiba menyebar luas di internet. Hmmm… kalo sudah kayak gini baru deh si pemilik 3gp tersebut menyesal merekam adegan-adegannya dalam hape. Kemudian dari kejadian ini timbul lah kehebohan di kalangan sekolah tempat dia belajar. Atau bisa jadi satu kota bahkan se-Indonesia.

Yup, seharusnya dengan adanya fasilitas video kamera dalam handphone/hape bisa dimanfaatkan oleh para siswa SMA SMK ataupun siswa SMP lebih bijak lagi. Misal dibuat untuk merekam momen ulang tahun, perpisahan sekolah atau momen-momen lainnya yang bisa menjadi kenangan suatu saat sehingga menghasilkan rekaman video yang lebih berkualitas.

Atau bahkan jika resolusi kamera video hape tersebut lumayan bagus, bisa juga digunakan untuk membuat film indie berdurasi beberapa menit sehingga hal ini dapat berdampak positif bagi kalangan anak-anak SMA SMK dan SMP untuk mengembangkan daya kreativitas mereka. :)(zawa.blogsome.com)

Sabtu, 18 April 2009

Doa Untuk UN 2009


Ya Allah, Kami tahu betapa berat putra-putri kami harus menyelesaikan sekolah 3 tahun hanya dengan UN tiga hari saja Apakah ini adil? atau sebuah kedholiman? kuatkanlah putra-putri kami, bimbinglah putra-putri kami menyelesaikan ujian sesuai petnjukMu Ya Allah, Engkau membocorkan Rahasia & kunci menuju surga melalui wahyu & utusanMu salahkah bila putra-putri kami mengharap bocoran UN dariMu? kami tahu, bocoran itu bisa saja curang kami tidak mengharap bocoran curang kami mengharap sepenuh hati bocoran cerdik bocoran yang mendidik, lindungilah kami dari kecurangan bimbinglah kami dalam kecerdikan, lancarkan & luluskan putra-putri terbaik kami dalam menyelesaikan UN 2009. amiiin. .:Pak Guru:.

Rabu, 01 April 2009

JILBAB,GUA BANGET,TAK BERJILBAB MALU ATUH!














Aku datang atas nama Kaum Adam
Tuk sampaikan resahnya pada Kaum hawa
Yang hitam indah terurai panjang
Dengan rangka yang memang memukau

Kadang kau aku suka,
Ku suka dengan senyummu
Hingga akhirnya diriku ingin dekat dirimu
Ujung atas hingga jengkal langkah
Kadang suka aku pandangi

Astagfirullah, maafkan aku yaa Allah
Diriku telah memuji sebuah kesalahan
Namun Alhamdulillah kini aku pun sadar
Akhirnya aku coba tuk teruskan

Wahai kaum Hawa aku pernah melihat
Melihat cahaya di balik kesalahanmu
Yaitu wajah yang lugu
Yaitu wajah yang sayu

Namun semua itu sayang seribu sayang
Karena semua itu di luar perintah-Nya
Semua itu ada di larangan-Nya
Semua itu kerugian untuk Kaum Hawa

Semua itu tiada arti
Karena kecantikanmu ada dalam kesalahan
Memang kadang aku terhindar' dari kesalahanmu
Namun sayang itu semua hanya bersifat sementara

Wahai kaum Hawa tidak banyak yang aku minta dari dirimu
Yang aku minta keluarlah dari kesalahanmu
Segeralah kau tutup anggota tubuhmu

Wahai Kaum Hawa aku tidak mau
Dirimu terjerat seumur hidupmu dalam kesalahan
Aku ingin kau segera sadar
Dan jika kau belum sadar
Maka berlarilah hingga' kau menyadari
Semuanya dan tahu letak kesalahanmu

Wahai kaum Hawa dunia memang indah
Namun haruskah kita larut dalam keindahan yang sementara
Wahai Kaum Hawa kita ada yang menciptakan
Pastaskah kita melawan-Nya dan selalu dalam larangan-Nya

Wahai Kaum Hawa
Atas nama Kaum Adam
Aku ingin kau sadar untuk segera mungkin
Jangan tunggu hari esok
Karena mungkin kita di hari esok akan mati

Wahai Kaum Hawa' aku ingin kau benar
Dengan sehelai kain yang tak tembus pandang
Kau bentuklah kain itu seperti jubah
Lalu tutuplah si hitam yang terurai panjang
Hingga dua titik tidak terbentuk

Aku tahu semua ini berat tuk dilaksanakan
Namun kau harus ingat ini sebuah kebenaran
Dengan menutup tubuhmu
Dirimu akan mempesona

Perlu kau tahu dengan menutup tubuhmu
Kami kaum Adam telah kau selamatkan
Kau selamatkan dari derasnya dosa
Yang kita rasa bersama-sama

NB :
Untaian kata ini aku buat untuk para wanita terutama yang masih belum sempat atau masih lupa memakai jilbab.
Perlu kita ketahui bersama-sama bahwasanya seorang wanita yang terlihat auratnya maka, yang melihat dan yang terlihat sama-sama kena dosa. Bayangkan jika setiap detik aurat itu terlihat maka selama itu dosa mengalir dan mungkin jika di jumlah melebihi hutang bangsa ini. Masihkah kita tetap rela dosa itu tetap mengalir dan merasakan panasnya neraka kelak.Oleh karena itu cobalah untuk memulainya (memakai jilbab)saat ini jangan tunggu hari esok! "Hindari berpakain tapi telanjang"(tak berjilbab)."JILBAB,GUA BANGET,TAK BERJILBAB MALU ATUH"

Senin, 16 Maret 2009

Munajat Hari ini ...


Mengapa hamba harus menangis ketika kesusahan demi kesusahan datang ? Sedangkan dulu tidak pernah menyesal ketika membuat orang lain susah. Yang hamba tangisi adalah andai kemarahan Engkau sampai berwujud sehingga mengalahkan ampunan dan maaf-Mu. Sedangkan hamba tahu bahwa ampunan dan maaf-Mu terlalu besar dibandingkan dengan dosa dan maksiat yang hamba lakukan.

Tapi, ada satu yang hamba khawatirkan Rabb, adakah mereka yang hamba kecewakan akan meberikan maaf kepada hamba. Hamba sanggup meminta maaf kepada-Mu, karena hamba tahu Engkau Maha Memaafkan. Sedangkan kepada mereka yang hamba kecewakan? Hamba tidak sanggup. Bercampur antara malu dan takut. Ah, tolonglah hamba ya Rabb. Sempurnakanlah jalan pertobatan hamba. Hamba ingin jalan tertiti ini, sebagai rajutan sisa umur hamba, benar-benar dalam kebaikan yang tak terbuai lagi. Amiiin.

(Jejak Berlumpur, Yusuf Mansyur)

Untuk orang-orang yang pernah Q zhalimi … saya mohon maaf

Sabtu, 07 Maret 2009

Kritik & Saran Buat pak Tarmin

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kesan :
Panjengan terlihat mempunyai pendirian yang kuat, bijaksana, tapi panjenengan ketingal radhi kaku..he...he...afwan bin ngapunten bin maaf
Celotehanku buat Pak. Tarmin: Pak tarmin,,sikap panjenengan sulit ditebak...kadang-kadang murah senyum kadang-kadang cuma diam....

P. Guru Juga manusia biasa, yang punya rasa n ..... mungkin karena kondisi keimanananya yang sedang down, kayak teka-teki aja sulit ditebak he2x??? kalo pas murah senum mungkin lagi ingat sabda Nabi Tabashumuka 'ala.... shodaqoh kalo pas diem mungkin ingat sabda Nabi ...falyaqul khoira auliyasmut... Sulit Ditebak kan??? waallahua'lam!


Kritik & Saran Buat pak Tarmin: oyoy...
babe lo ngajar itu yang rodo galak ya..(he3x)
biar temen2 nambah sedekunya.
oy, pak lo ad yang tanya mbok ya jgn dibalikne nanya, jadi bingung atuh...?!
satu lagi,,lo bapak nanya jgn yg susah ya,raketan aku bisa jawab...
lagi dewh, lo kultum ditambah dunk,jd kul-luh ato kul-las mpe kulkas.soale kultume pak guru ademmmmm n bikin semangat gityu lheee...

Insyallah akan P. Guru tingkatkan!

Kritik & Saran Buat pak Tarmin: kayaknya gak ada kritik cuman saranya saya mohon bapak bisa membantu agar anak2 2mm ityu bisa lebih maju dan kreatif...
makasih banget atas bimbingan bapak selama ini
nah ada satu lagi neh,,,yup jangan pernah ngelupain kita2..?>@##
Insyallah

Kritik & Saran Buat pak Tarmin: bwt pk tarmin bnyk2in smile ya............
lo\'KBM jngan cpt2 y pak coalnya kta 9 bsa ngikutin o.k!!!!!!!!!!
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: afwan menawi dalam menyampaikan pelajaran,agar penyampaiannya tidak tergesa - gesa.Alon waton kelakon he..he..

Insyallah, tepatnya kejar tayang kali, cos materi multimedia itu banyak yang meski harus disampein, dan krena terbatasna waktu, maka perlu tancap gas biar kesampaian, he2x

Kritik & Saran Buat pak Tarmin: kritik :
pak jangan cepet2 kalok menjelaskan sebuah materi
saran:pak ubah cara menjelaskan materi jika mencatat terus tidak efektif mending kita dibuatkan modul multimedia

insyallah, p. guru mohon muup mungkin ni anak 1m2, memang 1 bulan kemarin p.guru banyak tugas keluar sehingga, anak2 hanya diberi catatan, untuk modul insyallah sudah ada dalam bentuk digital maupun buku yang bisa anda dapatkan diperpus, ato diinternet, khususna BSE bisa anda copy dari komputer e-learning.


Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Pak kalau menerangkan yang slow aj.
Apabila menerangkan diulang-ualang biar jelas
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Pak, Tarmin... Kalau ngajar tu jangan cepet2 ya...? n kalau ngasih soal jangan yang sulit2....
Makasih.....
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Be,kalau ngajar banyak senyum donx biyar g sepaneng.
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Kritik:pak guru kalo ngajar jangan cepet2donx Q\\\'kn jadiNya g bisa menyesuaikan dengan yg lain gthu lhooooo....!!!!!
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Bapak sebelumnya minta maaf jika sya menyakiti bapak, Kenapa pelajaran yang bapak berikan rancau tidak sesuai.
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: kalau mengajar jangan cepat
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: buat pak tarmin kalau ngasih tugas jangan banyak-banyak
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: PAK,KALAU NGASIH TUGAS JANGAN BANYAK-BANYAK TOOO........
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: TERSENYUMLAH SELALU KARNA SENYUM ADALAH IBADAH
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: kritik:bt pak amien kalau mengajar 2mm yang sabar ya pak,bila ada murid minta bntuan c4 dibntu
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: PAK TARMIN KALAU MEMBERI TUGAS JANGAN BANYAK-BANYAK YA PAK,
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Kritik :buat pak tarmin kalou mengajar jangan cepet2,yang sabar.kalau murit minta bantuan cepet dibantu jangan diolok2.
saran :sabar ya pak dalam mengajar cah 2 multi.bisa anak ya kiu..kiu .....kabeh
Kritik & Saran Buat pak Tarmin: Buat pak tarmin kalau mengajar jangan terlalu cepat,serius,kejar paket kayak mahasiswa.
SERSAN DUNKKKKKKKKKKKKKK
Insyallah p. guru akan berubah

terima kasih atas partisipasi anda dalam memberikan kritik dan saran, semoga dengan adanya kritik dan saran ini bisa menjadi wahana muhasabah diri bagi pak guru, dan akhirnya p.guru bisa berubah ke arah yang lebih baik, syukron jiddan n Wasalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 27 Februari 2009

Kekuatan D.U.I.T


Apa sich D.U.I.T?

ahhh… sebenarnya cuman singkatan doank… tetapi kekuatannya sangat luar biasa, sebagai seorang muslim saya sudah membuktikan sendiri…

singkatan D.U.I.T = Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal… that’s all!
oke dech saya terangin satu-satu…

DOA

* Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk selalu berdoa, karena di dalam doa ada sikap kepasrahan kita kepada Alloh SWT. Selain itu, sebaiknya kita awali doa dengan mengetahui apa yang sebenarnya kita inginkan. Sehingga kita bisa berdoa dengan lebih detil tetapi tidak terlalu detil karena segala sesuatunya kita serahkan kepada-Nya. Memohon kepada Alloh untuk ditunjukkan jalan, cara, strategi, usaha yang tepat dan benar - smart work untuk mewujudkan impian-impian kita.
* Tentang kekuatan DOA dan PASRAH ini salah satunya bisa Anda baca pada artikel kisah Pelajaran dari Laptop yang Error!

USAHA

* Berkaitan dengan doa yang telah saya terangkan sebelumnya. Secara intuisi dan naluri, Alloh pasti mengabulkan doa dalam beberapa cara, apapun caranya Dia pasti tunjukkan jalan, strategi, cara, usaha bahkan peluang yang tepat yang harus kita lakukan untuk mewujudkan impian-impian kita…
* Tapi kebanyakan dari kita justru membiarkan begitu saja peluang-peluang yang telah diberikan kepada-Nya, kesimpulannya Alloh sudah mengabulkan doa qta, tapi…
* Dengan kata lain kita melakukan USAHA atas dasar petunjuk-petunjuk-Nya, mengikuti intuisi, mungkin adakalanya kita diminta Alloh untuk pergi ke toko buku (ada sesuatu yang mendorong kita untuk ke toko buku pada suatu hari), kemudian kita lihat-lihat buku di toko buku, weleh-weleh kok ada buku menarik dan pas dengan apa yang sedang kita pikirkan bagaimana strategi mewujudkan impian-impian kita. Lakukan pembelian, jika Anda terbatas dananya sedangkan buku lebih dari 1 judul, tanyakan pada hati kecil Anda mana yang prioritas dibeli dan jangan lupa dibaca serta dipraktekkan!
* Atau berangkali ada sesuatu yang mendorong kita untuk menemui seseorang, melakukan sesuatu hal yang mungkin kelhatan sepele, membeli suatu barang, ingat dengan peluang bisnis dari salah seorang rekan dan lain sebagainya…
* Intinya kita tetap harus melakukan USAHA, tidak cuman ide doang…

IKHLAS

* Ikhlas serta bersyukur atas segala sesuatu yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita selama ini. Baiklah saya mo tanya kepada Anda? Saat bangun pagi tadi, sudahkah Anda bersyukur? Bersyukur atas segala kenikmatan, barokah, karunia-Nya?
* Jadi ikhlas yang saya maksudkan disini lebih ke arah mensyukuri segala macam kenikmatan, barokah, kelimpahan yang telah diberikan Alloh kepada kita…
* Gunakan kekuatan bersyukur yang iklhas untuk mewujudkan perasaan keberlimpahan yang luar biasa…
* Semakin Anda bersyukur semakin yakin doa-doa Anda pasti akan dikabulkan untuk Anda dengan cara yang paling, dengan cara yang paling tepat, di saat yang paling baik, di saat yang paling tepat bagi Anda…
* Alhamdulillahirobbil’alamin…

TAWAKAL

* Jelas sekali, bagi seorang muslim setelah melakukan USAHA disertai dengan rasa SYUKUR YANG IKHLAS adalah menyerahkan segala urusan kepada Alloh semata. Manusia berusaha, Alloh menentukan!
* Tawakal disini mengandung pengertian Keep trying, terus mencoba, gagal, ubah strategi, coba lagi, gagal, ubah strategi, gagal lagi, ubah strategi? Sebentar sahabat, cara ini acara konvensional, kita boleh berusaha dan bertawakal, selalu bangkit dari kegagalan. Tetapi ada cara yang lebih baik… apa itu?
* NYONTEK!
* Ya betul! NYONTEK, Anda tidak salah baca!
* NYONTEK ORANG SUKSES sebagaimana ‘gambaran’ Anda, mereka juga melakukan yang sama, usaha, gagal? coba lagi dan seterusnya, ngapain repot-repot jika mereka sudah punya caranya… ya tinggal kita tiru saja iya khan?
* Apakah harus nyontek 100%? Ya nggak harus to… disesuaikan dengan diri Anda dan ‘alam’ sekitar Anda - jadi fleksibel… Keep it trying…

Nah itu sekilas dari informasi tentang D.U.I.T, silahkan Anda praktekkan, sharing hasilnya di komentar atau Anda mo komentar apa saja juga boleh.

okey… May Alloh always be with us… amin!
http://ayudigiblog.blogspot.com

Minggu, 11 Januari 2009

Moeslimah Idol

Cantik, tubuh proporsional, pintar, gaul dan berperilaku baik. Itulah gambaran cewek ideal yang ada di benak setiap orang. Nggak heran kalo cewek yang memenuhi kriteria kayak gini sontak jadi idola di lingkungannya.

Nggak perlu jauh-jauh ikutan Indonesian Idol, AFI atau KDI, di sekitar kita tanpa kita sadari banyak loh idola-idola yang sering jadi buah bibir. Di sekolah atawa kampus misalnya, pasti ada aja satu-dua temen kita yang kelihatan paling menonjol dan jadi pusat perhatian. Jadilah doi jadi temen favorit yang disukai semua orang.

Bahkan bisa jadi di habitat dakwah kita, ada akhwat-akhwat tertentu yang karena kelebihannya jadi incaran para ikhwan, atau sebaliknya jadi teladan kalangan akhwat. Meski itu nggak diproklamirkan, toh fakta membuktikan akhwat macam gitu sering jadi pusat perhatian. Paling nggak, banyak ikhwan-ikhwan yang ngebet pengin mengkhitbahnya (ups).

Dulu saya punya temen kuliah nama bekennya Epot. Eit…jangan manyun, biar namanya nggak keren, tapi anaknya cakep. Udah bodi semampai, kulit mulus, otaknya juga encer. Cewek asli Tasikmalaya itu tutur bahasanya juga lemah lembut. Pembawaannya juga bersahaja, nggak banyak cing-cong. Jadilah doi banyak disegani cowok-cowok temennya. Mereka pada nggak berani ngegodain, malah pada ngeper.

Temen satu lagi namanya Meme. Cantik juga, tubuhnya mungil dan imut. Yang paling menonjol dari dia adalah: modis abis. Kalo kuliah, mulai ujung rambutnya yang keriting ampe ujung kaki didandani dengan warna senada. Kalo ijo, ijoooo semua…mirip ulat berjalan he..he…

Belum lagi kalo ujan, pake payung berenda-renda kayak cinderela. Wuih, pokoknya nyolok abis. Udah gitu ngomongnya juga heboh. Tapi doi juga baek dan pintar. Sama siapa aja mau gaul dan semua orang suka padanya. Uniknya, doi emoh jadi idola. Buktinya, Meme yang emang hobi nyanyi itu malah nolak ditawarin rekaman, jalan menuju kursi idola. ”Kalo mau jadi idola gampang, gue pernah ditawarin rekaman. Tapi buat apa jadi penyanyi, nggak lah yaw,” katanya.

Lain lagi ama akhwat yang satu ini. Sebut aja Anisa. Dari temen-temen seangkatannya, doi disebut-sebut sebagai the favorite. Soalnya, wajahnya paling manis dan nggak ngebosenin (kata temen-temennya). Dakwahnya? Tentu saja juga oke punya. ”Ah…masak sih. Itu kan kata temen-temen aja, saya sih nggak merasa gitu,” elaknya saat ditanya gimana perasaannya jadi yang “ter” di kalangan akhwat. Emang sih, dia mengakui, kadang ada juga perasaan bangga atau geer. Walaupun begitu dirinya tentu nggak pernah punya rencana untuk jadi idola.

Jaga diri

Sebenernya yang mencap seseorang itu idola justru lingkungan tempat dia berinteraksi. Dirinya sendiri mungkin nggak nyadar kalo selama ini jadi trend setter. Meski begitu ada juga yang sadar betul kalo dirinya jadi pusat perhatian. Misalnya para jebolan Indonesian Idol, AFI atau KDI kali ya. Mereka sih emang bener-bener diorbitkan buat jadi idola. Jadi, mereka diekploitasi banget untuk mendatangkan keuntungan. Tebar pesona sana-sini agar diakui eksistentinya. Padahal, nggak usah tebar pesona kalo yang namanya orang punya ‘kelebihan’ pasti akan kelihatan sendiri. Iya kan?

Makanya, buat kamu-kamu yang selama ini -merasa ataupun nggak-di posisi sebagai cewek idola di tengah-tengah habitatmu, kudu hati-hati membawa diri. Jangan sampai kelebihanmu sebagai cewek favorit malah menjerumuskan. Misal karena TP alias tebar pesona ke sana ke mari malah dianggap murahan. Hasilnya, paling-paling suka diusilin cowok.

Baiknya bersikap tawadhu, meski tetep bergaul ama siapa aja. Jangan sampai pilih-pilih temen yang selevel aja. Misal yang sama-sama cakep atau sama-sama pintar doang. Yang penting jangan sampai keseringan muncul virus geer. Maklum, ini penyakit yang biasa menyerang para idola. Geer alias gede rasa hanya bikin kecewa kalo ternyata apa yang diharapkan nggak tercapai. Apalagi kalo udah urusan ikhwan (suit..suit), bisa makan hati Non!

Moeslimah idol

Menjadi idola di tengah-tengah lingkungan kita tentu hal yang membanggakan. Tapi jangan sampai hal itu memunculkan perasaan sombong alias riya’. Sebaliknya, bagi kamu-kamu yang memiliki kemampuan biasa-biasa aja, jangan rendah diri nggak bisa jadi yang paling favorit. Toh, bisa jadi, seseorang diidolakan di hadapan manusia malah dihinakan di hadapan Allah. Na’udzubillahi min dzalik. Contohnya para ‘pahlawan’ di Turki yang di dunia dipuja-puja (Mustafa Kemal, misalnya), diidolakan dan dikasih penghormatan habis-habisan. Padahal mereka itu justru pengkhianat agama Allah Swt.

Jadi, mending kamu memupuk diri untuk menjadi idola sejati, yaitu menjadi muslimah dambaan Allah Swt. Syaratnya gampang banget, Cuma satu kata: takwa. Nggak perlu syarat macam-macam. Nggak perlu cantik, tinggi badan 170 cm, pintar dan berbudi luhur (Hik..hik…itu kan syarat jadi Putri Indonesia ya). Juga nggak butuh fotokopi KTP, kartu keluarga atawa slip gaji (emang mo kredit motor?).

Yup, untuk menjadi akhwat yang disayangi Allah Swt. kita hanya dituntut untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Nggak hanya dari sisi kuantitas yang kudu banyak, tapi lebih penting lagi kualitas. Nah, kalo berhadapan dengan Allah neh sah-sah aja kalo kita tebar pesona alias cari perhatianNya. Caranya, ya itu tadi banyak-banyaklah beramal saleh.

Iya dong, Allah pasti akan care ama kita yang berusaha mendekatiNya. Allah Swt berfirman (dalam hadis qudsi) yang artinya: “Dan jika hamba-Ku mendekati dengan berjalan, Aku mendekatinya dengan berlari. Jika ia melangkah sedepa, Aku melangkah sehasta.” Oke deh, selamat menjadi muslimah idol! [kholidah]

//BOX

Akhwat idola tetap jaga kehormatan

Siapa coba yang nggak bangga jadi akhwat idola. Udah shalehah, cantik, pintar dan supel. Dijamin pasti jadi incaran para ikhwan. Manusiawi emang. Para akhwat aja kalo liat ikhwan klimis juga membatin, bahkan jadi gunjingan. Iya apa iya? Nah, gimana kalo kamu termasuk akhwat idaman para ikhwan? Ada tips-tips yang kudu kamu perhatikan supaya nggak muncul penyakit hati:

v???? Jangan mudah geer. Yup, gede rasa bikin hati berbunga-bunga dan akhirnya hanya membayangkan yang indah-indah saja. Padahal realita nggak selamanya indah Non. Sadarlah, it is the real world. So, jangan baru dipuji aja udah melayang ke langit ke tujuh.

v???? Jaga pesona, jangan diobral. Yup, jangan mentang-mentang punya modal tampang keren, trus suka cari perhatian ke sana ke mari, padahal nggak ada urusan urgen. Apalagi kalo sering berkelebatan di hadapan para ikhwan. Malu dong. Lagian kasihan mereka Non, jangan bikin hati kebat-kebit. Sebab yang namanya ikhwan juga manusia, punya rasa, punya hati…

v???? Jangan sombong. Jangan mentang-mentang punya wajah di atas rata-rata para akhwat trus bersikap riya’. Yup, hilangkan penyakit hati yang satu ini karena bisa-bisa menggerus amal baik kita. Untuk itu jangan pernah pilih-pilih temen, entar dibilang somse.

v???? Jaga diri. Meski udah nutup aurat dengan sempurna, yang namanya wajah cantik tetep keliatan. Makanya tetep jaga diri jangan sampe jadi korban pelecehan. Tahu kan, cowok iseng nggak pandang bulu, biar udah berkerudung dan berjilbab tetep aja digodain. Nah, jaga diri jangan sampe jadi korban pelecehan.

v???? Jangan sok jual mahal. Biasanya akhwat yang jadi idola suka jual mahal. Apalagi kalo urusan ikhwan. Karena sadar jadi inceran, akhirnya jadi pilih-pilih banget. Kalo ada yang minat mengkhitbah (ehm..), sering nolak karena merasa masih ada ikhwan lain yang lebih cakep. Betul nggak? Jangan gitu-gitu bangetlah, entar bisa jadi boomerang loh. Saking pilih-pilihnya, salah-salah malah dapet yang biasa aja atau malah nggak kebagian (kue kalee…).[kholidah]

[diambil dari Majalah SOBAT Muda, edisi 13/Oktober 2005]

Kamis, 08 Januari 2009

SMS Tahun Baru !

Pak mw tauk knp kdng tmn2 tgs trll lm ngmplin tgs, t cz tmn2 mkr t prcm plng tar comen bpk yg bgs hsl y cm t ja. kl sandaine tmn2 or q g da yg brni ngmng ky gn ap bpk jg brskp sprt t pak, mf lo pak. tp jng blng ma tmn2q blng ky gn lo pak.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pergantian tahun baru selalu diwarnai dengan berbagai ungkapan dan perayaan dikalangan masyarakat, salah satu diantaranya saling kirim ucapan slaamat tahun baru via sms, tak ketinggalan q juga dapat sms dari anak2 disolo, anak smea hingga mmbuat inbox message hpQ penuh, karena hpq adalah hp jadul, dari sekian banyaknya sms ada sms yang membuatQ sedikit merenung, kenapa mereka bisa sms sperti itu, padahal jauh-jauh hari sebelum libur Q dah kasih tau kepada Ketua untuk diinformasikan kepada rekan2 bagi yang mau praktek selama liburan silahkan bahkan tanggal2 jadwal kegiatan sudah q beritahukan ini semua demi penguasaan materi multimedia mereka bisa tercapai. Q tidk tahu informasi ini disampaiken kepada rkan2 atotidak oleh ketua. Liburan seharusnya untuk refreshing, tapi demi anak2 untuk penguasaan materi praktek Q rela dan bahkan utnuk wawancara dengan nara sumber mereka tidak ada legalitas hanya berdasarkan kepercayaan merka pada P.guru, semoga ini semua bisa menjadi pelajarn berharga bgai anak2 yang kemarin Praktek. (soo jangan takut kegagalan, karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan, Insyallah)

Q dah berusaha utnuk seobyektif mungkin, untuk memberikanmateri tambahan dihari libur, tapi coba liat kegiatan KBM yang aktif itu2 saja, kegiatan luar yang mau datang itu2 saja, artinya kesadara mereka yang aktif itu sangat tinggi, dia mrasa butuh akan sebuah ilmu, sehingga mereka aktif, sementara yang lain? …………………………….

Date : 31/12/08 time: 15:31
pak yg pntng tmn2 laen jg praktek, yo yn iso jenengan kbri, spyo mbtn enten seng genk ddngr kn? bnyk lho cah2 blng gn yg dpntngn cm eksan, ista yg laen ya ap? Mrk kn jg pngn bljr to yo? Mf yo pak sikapmu trhdp tmn2 laen t mbok sma jng dbd2 kn. Mf pak qblng sprt ni. Yen qngno santai ja, bsabljr kl tmn2 laen?

Date : 31/12/08 time: 22:00
Ya trsrah pak, q cm nympkin spy tmn2 g mrsa dank tri kn, mkne jng pilih kasih yo pak, dh lm bgt pak cah2 ngedem rs ky gn tpne pak gr g nydr y udh qngmng to.

Date : 31/12/08 time: 22:07
Pak mw tauk knp kdng tmn2 tgs trll lm ngmplin tgs, t cz tmn2 mkr t prcm plng tar comen bpk yg bgs hsl y cm t ja. kl sandaine tmn2 or q g da yg brni ngmng ky gn ap bpk jg brskp sprt t pak, mf lo pak. tp jng blng ma tmn2q blng ky gn lo pak.

Ngumpulin Tugas Terlalu Lama? Setiap awal dan akhir dari Prss KBM p.guru sellu mengajkan pertanyaan apakah sudah paham, atao perlu diulang, dan bahkan setiap saat kalo memang dalam penyampaian or yang lain ada yang tifdak berkenan saya sudah tekankan anak2 untuk menegur, dan untuk selama ini anak2 tepat waktu pengumpulan tugas munkgin Cuma 1,2 karena ada beberapa faktor kendala. ……….????????????????

Mohn maaf apabila pengrim krng berkenan sms ni sya tampilkan karena q Cuma ingin tau Apa pesan ini mewakili individu atau atas nama anak2??????????????

Smoga Allah megampuni segala khilaf yang telah Q lakukan dan semoga ini bisa menjadi muhasabah diri bagi qt semua, utnk mlngkah lebih baik.
wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 03 Januari 2009

Ulang Tahun untuk Muhasabah


Biasanya ulang tahun identik dengan party (baca: pesta), traktiran, nyanyi-nyanyi, tiup lilin, potong kueh. Paling enggak itu jawaban yang saya dapat setelah bertanya pada 20 teman. Tapi ada juga yang menyelipkan jawaban syukur, inget Allah & saatnya insyaf.

Sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi untuk dilakukan pada saat memperingati hari lahir. Yaitu melakukan muhasabah – menghisab diri. Bahasa biasanya introspeksi diri, bengong mikirin 4 hal:

Yang pertama mikir apa kelebihan kita. Kalau didepan teman sih bisa tuh lancar ngomongin bagusnya diri sendiri. Nah coba lakukan hal yang sama saat hari ulang tahun, tengah malam pas tahajjud. Masih bisa ngomong yang sama…? Atau cari kebaikan apa yang sudah kita lakukan, prestasi yang dicapai, target yang berhasil diraih.

Kalau sudah, masuk ke fase kedua, Kekurangan Saya adalah…. Ada beberapa temen saya yang agak kesulitan untuk nemuin kekurangannya (kalau dilakukan sendiri). Bisa kok dilakukan sendiri, coba ngeliat ke ‘bawah’ jangan ngedongak keatas mulu. Ada orang yang gak beruntung kayak kamu, sudah melakukan apa untuk mereka, ada kesempatan kamu untuk turun kedapur bikin sarapan sendiri, tapi kamu malah teriak “Mbaaak,..roti panggang pake meses dong, bawain kekamar yaaa…”

Ketiga,…yang bisa direnungkan adalah USIA. Udah dikasiy kesempatan hidup selama … tahun, Allah dah kasih kesempatan …. tahun untuk menebarkan kasih sayang dimuka bumi, udah dipake belum yahh. Udah pernah bersyukurkah? Allah berkata, “Barangsiapa yang mensyukuri nikmatKU, maka akan Kutambah atas mereka. Tapi barangsiapa yang kufur atas nikmatKu itu, maka ingat siksaKu amat pedih.”

Terakhir bisa merenung tentang PERSIAPAN. Dengan usia segini, what’s next I will do. makanya aku dah harus bisa mandiri. Itu untuk dunia, persiapan di akhirat.

Insya Allah dengan pola pemikiran seperti itu, tiap memperingati hari lahir, kita bisa jadi manusia yang senantiasa bersyukur.

Astagfirullah (3x) Segala yang benar datangnya dari Allah semata, yang keliru sudah pasti kebodohan saya dalam mencerna pesan papa pada suatu ketika.

http://babydell.multiply.com

Rabu, 31 Desember 2008

Renungan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1430 H

Detak jarum terus berputar, hari berganti hari, bulan demi bulan menjelang, tahun demi tahun pun berlalu, seiring pergantian siang ke malam begitu juga sebaliknya yang menandakan dunia sudah “RENTA” ini terus berkurang usianya dan tidak terasa pula telah memasuki bulan Muharram, menandai datangnya kembali tahun yang baru 1430 H.

1430 tahun tonggak sejarah peradaban dunia Islam yang penuh dengan tatanan nilai-nilai yang menjunjung tinggi moral ditancapkan oleh Manusia Agung sepanjang Masa Rosululloh Muhamad SAW seiring Hijrahnya Rosululloh Muhamad SAW dari Mekah ke Medinah.

Hijrahnya Rosululloh Muhamad SAW dari Mekah ke Medinah yang dijadikan sistem penanggalan dalam kalender Islam bukanlah sekedar perpindahan fisik Beliau dari satu kota ke kota lainnya, melainkan lebih merupakan upaya untuk merubah tatanan kehidupan jahiliyah kepada kehidupan yang berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah, hingga Islam benar-benar menjadi kekuatan baru.

Yang bisa kita petik dari hijrahnya Rosululloh Muhamad SAW dalam mengarungi sisa-sisa umur kehidupan di dunia ini, tak lain kita jadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum untuk merubah diri..

* Berhijrah dari kemusyrikan kepada ketauhidan, dari lupa pindah kepada mengingat Alloh SWT.
* Berhijrah dari pribadi yang jauh dari nilai-nilai Islami menuju Islam yang Indah yang akan membawa kebahagian di dunia dan kebahagian di akhirat kelak.

Sudah saatnya kita evaluasi diri di tahun baru ini. Sejauh manakah kita berupaya untuk senantiasa mengingat Alloh SWT di setiap waktu, setiap saat dan setiap detak jantung kita. Insya Alloh Tahun baru kali ini menjadi lebih baik dari tahun kemarin…
SELAMAT TAHUN BARU”
1 Muharam 1430 H



Minggu, 14 Desember 2008

Evaluasi Akhir Tahun

Didetik-detik pergantian tahun 2009 ini selayaknya kita sebagai seorang muslim atau apapun itu agamanya jika ia merasa dirinya manusia yang mempunyai berbagai macam kelemahan dan kekurangan haruslah introspeksi diri, sejauhmana nilai kita dihadapan Allah SWT atau sang pencipta. Dan sebaiknya pula kita harus punya planing atau rencana yang harus lebih baik dari tahun lalu.

Bagi seorang muslim tak layak ia terjerumus dalam satu lubang untuk yang kedua kalinya. Untuk itulah mutlak atau wajib adanya rencana yang harus di susun. Suatu rencana yang benar-benar matang untuk tahun ini. Jangan sampai tahun ini sama dengan tahun kemarin itu berarti rugiiii !!!

Dengan pergantian tahun ini juga tak perlu lah kita ini bergadang sampai pagi hanya dengan tujuan meniup terompet, membakar kembang api, membakar petasan, keliling kota sampai pagi, dan aktifitas lain yang tidak ada nilai manfaatnya di mata Allah SWT.

Cobalah untuk merenung sejenak, untuk kilas balik ke masa lalu, dan pikirkan dalam-dalam tentang apa yang telah kita perbuat. Dan tanyakan pada hati nurani kita masing-masing:
Sudah sejauh mana manfaat diri kita bagi orang lain??
Sudah berapa banyak orang yang kita bahagiakan? atau
Sebaliknya berapa banyak orang yang kita lukai hatinya?
Apakah orang merasa bahagia dengan kehadiran kita di lingkungannya? atau
Justru merasa tidak nyaman dengan adanya kita?

Dan masih banyak lagi sederetan pertannyaan yang sebaiknya kita tanyakan pada hati nurani ini.bersambung....